Senin, 25 Januari 2016

Daftar Partisipan Workshop Doc.Now!

Dengan ini kami umumkan 18 orang partisipan workshop Doc.Now! yang akan diselenggarakan tanggal 1 - 6 Februari 2016 di Kelas Pagi Yogyakarta:
  1. David Yuan 
  2. Dyah Agustini 
  3. Hanggi Tyo 
  4. Hardy Wiratama 
  5. Hindra Setya Rini 
  6. Iman Firmansyah 
  7. Ine Pramudita 
  8. Irfan Adi Saputra 
  9. Jack Muliadi 
  10. Luhur Wahyu Wijaya 
  11. Mohammad Reza Gemi Omandi 
  12. Muhammad Yamin 
  13. Novian Fazli 
  14. Ratih Puspita Sari 
  15. Rizki Dwi Putra 
  16. Sapta Hudaya 
  17. Septiyan Henky Praboto 
  18. Sukri Ghazali
Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan workshop telah dikirimkan ke email seluruh partisipan terpilih. 

Kami ucapkan selamat kepada semua partisipan, sampai bertemu Februari mendatang di workshop Doc.Now!


Jumat, 08 Januari 2016

Doc.Now!



A. TENTANG WORKSHOP

Doc.Now! adalah sebuah workshop fotografi dokumenter yang akan berlangsung intensif selama 5 hari. Dalam workshop ini, partisipan akan didorong untuk membuat dan mengembangkan sebuah proyek foto dokumenter dengan bimbingan mentor-mentor yang kompeten dan berpengalaman. Pembimbingan akan dilakukan melalui proses diskusi, studi referensi karya-karya mentor, dan evaluasi rutin harian terhadap foto-foto yang dibuat oleh partisipan. Di malam terakhir, hasil workshop seluruh partisipan akan ditayangkan dalam sebuah showcase event yang terbuka untuk umum.

Workshop Doc.Now! ditujukan bagi mereka yang telah menguasai teknik fotografi dasar dan memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan kemampuan mengolah gagasan dalam menyampaikan sebuah narasi secara visual melalui medium fotografi dokumenter, baik itu untuk kepentingan pembuatan proyek pribadi maupun untuk bekerja secara profesional.

Waktu & Lokasi:
1 - 6 Februari 2016

Kelas Pagi Yogyakarta
Jl. Brigjen Katamso, Prawirodirjan GM II/1226
Yogyakarta

Kuota Maksimal Partisipan: 18 Orang (dengan seleksi)

Fee: Rp 350.000

Fasilitas:
- Snack
- Sertifikat

Mentor Doc.Now!:

- Rony Zakaria lahir di Jakarta dan memulai karirnya sebagai fotografer setelah menyelesaikan studinya di bidang Matematika dan Komputer. Ia belajar di Galeri Foto Jurnalistik Antara pada tahun 2006 dan mendapatkan fellowship di Ateneo de Manila University di Filipina pada 2009. Rony telah bekerja dan mempublikasikan karyanya di berbagai media nasional dan luar negeri antara lain TIME asia, The New York Times, National Geographic, Le Monde, Monocle. Karyanya juga telah di pamerkan di berbagai galeri dan festival di Indonesia, Italia, Perancis, Jerman, Singapura, Thailand, Filipina, Bangladesh, China dan Malaysia. Ia menerbitkan buku pertamanya, Encounters pada tahun 2013.

- Michael Eko menempuh pendidikan di beberapa program edukasi foto jurnalistik di Indonesia dan Asia (Galeri Foto Jurnalistik Antara/2008, Angkor Photo Workshop/2013 dan Foundry Photo Workshop/2015). Tahun 2015 ia mendapatkan fellowship Diploma of Photojournalism dari Asian Center for Journalism-Ateneo De Manila University. Ia bekerja sebagai fotografer dokumenter dan karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media massa seperti The Washington Post, The Sunday Times, National Geographic Indonesia dan media lokal serta regional lain. Selain di media massa, ia juga turut aktif dalam beberapa penelitian dan aktivitas sosial. Selama beberapa tahun ini fokus mendokumentasikan isu lingkungan hidup di Indonesia. Saat ini ia sedang mengerjakan proyek fotografi personalnya mengenai pulau Borneo. 

- Muhammad Fadli adalah fotografer dokumenter kelahiran Bukittinggi yang memiliki ketertarikan besar pada masa lalu dan tempat-tempat yang jauh. Karir fotografinya berawal di sebuah harian lokal di Padang sebelum bermigrasi ke Jakarta dan memotret untuk majalah Tempo. Sejak 2012 ia memutuskan untuk bekerja lepas untuk berbagai publikasi. Foto-fotonya pernah dimuat di PROOF National Geographic, Afar, Der Spiegel, Monocle, Forbes Asia, DestinAsian, Marie Claire Indonesia, dsb. Ia juga salah seorang pendiri Arka Project, sebuah kolektif yang fokus pada karya foto dukumenter jangka panjang. Saat ini, bersama penulis Fatris MF, ia tengah menggarap sebuah proyek dokumenter kolaborasi The Banda Journal yang berkisah tentang dampak kolonialisme di salah satu sudut Nusantara, yakni Kepulauan Banda, Maluku. Ia masih menetap di Jakarta.

- Putu Sayoga adalah fotografer travel dan dokumenter yang berbasis di Bali dan bekerja sebagai fotografer lepas untuk agensi foto Getty Images News, DestinAsian Indonesia, M Le Monde, dan Monocle. Tahun 2014 mendirikan kolektif agensi Arka Project bersama Muhammad Fadli dan Yoppy Pieter untuk menampung dan memasarkan karya foto dokumenter ke media lokal dan asing. Saat ini sedang mengerjakan proyek foto dokumenter jangka panjang “Fragile Island” mengenai pembangunan berlebihan akibat dari turisme di Bali.

- Ulet Ifansasti adalah fotografer dokumenter dengan ketertarikan pada isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya. Ia lahir di Papua dan saat ini menetap di Yogyakarta. Ulet bergabung dengan agensi foto internasional Getty Images pada tahun 2008 dan sejak itu telah menjadi kontributor dan stringer reguler. Sebagai fotografer lepas Ulet meliput berbagai macam penugasan untuk klien-klien editorial dan komersial, dan tetap berkomitmen untuk mengeksplorasi proyek-proyek pribadi. Karya-karyanya telah dipublikasikan di banyak media terkemuka termasuk GREENPEACE, World Society for the Protection of Animals (WSPA), The New York Times, The International Herald Tribune, STERN, The Guardian, TIME Magazine, USA Today, LIFE, National Geographic Traveler, dll.

- Suryo Wibowo adalah seorang pewarta foto yang memulai karirnya di majalah TEMPO sesaat setelah selesai belajar di Galeri Foto Jurnalistik Antara pada tahun 2010. Pada tahun yang sama ia juga terpilih menjadi salah satu peserta Angkor Photo Workshop ke-6 di Kamboja. Lima tahun setelah bekerja sebagai pewarta foto harian di TEMPO, ia memulai bekerja sebagai fotografer lepas sembari menyelesaikan program fellowship Diploma of Multimedia Journalism di Ateneo de Manila University, Filipina. Saat ini ia juga aktif di jaringan untuk kebebasan berekspresi melalui internet dan mengerjakan proyek pribadi multimedia tentang para korban kriminalisasi oleh Undang-undang ITE. Suryo menetap di Yogyakarta bersama ibunya dan dua ekor anjing.


B. KETENTUAN WORKSHOP

1. Partisipan workshop terbuka untuk umum tanpa batasan umur. Partisipan akan diseleksi oleh tim Doc.Now! berdasarkan portfolio dan pernyataan tertulis sesuai tata cara yang akan dijabarkan di bagian Informasi Pendaftaran. 

2. Doc.Now! bukanlah workshop yang mengajarkan cara/teknis memotret. Partisipan diharapkan telah memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar memotret sebelumnya dan mampu mengaplikasikannya dalam workshop. 

3. Demi kelancaran workshop, setiap partisipan diwajibkan untuk membawa kamera digital dan perangkat laptop (sebaiknya yang sudah dilengkapi piranti penyuntingan foto seperti Adobe Bridge, Photo Mechanic, dsb) selama workshop. 

4. Selama workshop, partisipan akan dibagi ke dalam 3 grup dengan pembagian sbb:
- Grup 1 (mentor Rony Zakaria & Michael Eko): untuk partisipan dengan kecenderungan pendekatan personal/subjective documentary
- Grup 2 (mentor Muhammad Fadli & Putu Sayoga): untuk partisipan dengan kecenderungan pendekatan long term documentary/slow journalism
- Grup 3 (mentor Ulet Ifansasti & Suryo Wibowo): untuk partisipan dengan kecenderungan pendekatan feature stories & multimedia


C. INFORMASI PENDAFTARAN

1. Calon partisipan wajib menyiapkan portfolio berupa 12 foto digital dengan sisi terpanjang 1200 pixel, disimpan dalam format JPG kualitas kompresi 8 dengan resolusi 72 dpi. Portfolio bisa berupa foto-foto tunggal, namun lebih diutamakan foto story (esai atau seri). Setiap file foto wajib dinamai dengan format sbb:


nama lengkap peserta_nomer urut.jpg (contoh: putu sayoga_01.jpg, putu sayoga_02.jpg, dst)


Caption foto (untuk foto tunggal), teks penyerta (untuk foto esai atau seri), atau keterangan lain terkait dengan foto-foto portfolio calon partisipan disertakan dalam dokumen teks terpisah dan dinamai dengan format: nama lengkap peserta_CAPTION (contoh: putu sayoga_CAPTION.docx)

2. Calon partisipan wajib menyiapkan tulisan singkat (tidak lebih dari 200 kata) yang menjelaskan alasan ketertarikan dan ekspektasi calon partisipan dalam mengikuti workshop Doc.Now!, disimpan dalam dokumen teks yang dinamai dengan format: nama lengkap peserta_STATEMENT (contoh: putu sayoga_STATEMENT.docx)

3. Calon partisipan wajib mengirimkan portfolio dan tulisan seperti yang sudah ditentukan di poin nomer 1 dan 2 di atas ke email kelaspagiyogyakarta@gmail.com dengan subject email DAFTAR DOC.NOW!, dilengkapi informasi nama lengkap calon partisipan beserta nomer telepon yang bisa dihubungi di badan email. 

Dalam email pendaftaran calon partisipan juga bisa menyebutkan preferensi grup yang ingin diikuti pada saat workshop seperti yang dijabarkan di poin nomer 4 bagian Ketentuan Workshop, meskipun keputusan akhir tetap berada di tim Doc.Now! dengan mempertimbangkan portfolio dan tulisan calon partisipan.

4. Pendaftaran workshop Doc.Now! ditunggu hingga paling lambat hari Sabtu 23 Januari 2016 pukul 23.59 WIB.

5. Daftar nama partisipan yang terseleksi akan diumumkan di laman web www.kelaspagiyogyakarta.com pada hari Senin 25 Januari 2016 dan seluruh partisipan terseleksi akan dikonfirmasi via email, sekaligus pemberian instruksi pembayaran fee workshop dan informasi lainnya.

6. Pertanyaan-pertanyaan terkait workshop Doc.Now! bisa dikirimkan ke email kelaspagiyogyakarta@gmail.com dengan subject email TANYA DOC.NOW!

--

Jumat, 27 November 2015

Pameran Fotografi 'BERPACU' oleh Komunitas Fotografi Sekolah Malam


Pameran Fotografi 3.1

'BERPACU'
Komunitas Fotografi Sekolah Malam

Pameran foto yang diharapkan mampu menggali potensi diri dengan memacu kecepatan dalam berpikir, mengaplikasikan teknik fotografi dan memaksimalkan alat, pendekatan kepada subyek, mengolah data liputan dan juga penyajian karya.
Pengaplikasian sistem kerja jurnalis foto media harian dengan tetap diberikan pembimbingan oleh mentor-mentor diharapkan memberikan pengalaman berkarya dengan tenggat waktu yang mendesak (3+1 hari) dengan tetap memperhitungkan kaidah dan etika jurnalistik sehingga peserta pameran dapat memahami proses kerja jurnalis foto media masa kini.

PEMBUKAAN PAMERAN:
30 November 2015 pukul 19.00

PAMERAN FOTO:
1 s/d 6 Desember 2015 pukul 17.00-21.00 

KELAS MATERI EDFAT 
bersama Pamungkas WS (Dosen ISI Yogyakarta)
5 Desember 2015 pukul 19.00

DISKUSI KARYA
bersama Edial Rusli (Dosen ISI Yogyakarta)
6 Desember 2015 pukul 19.30


Tentang Komunitas Fotografi Sekolah Malam (KFSM)

Komunitas Fotografi Sekolah Malam adalah komunitas fotografi yang mengkhususkan diri dalam ranah fotografi jurnalistik yang berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini merupakan fusi dari Komunitas Sebelah Mata (KFSM) yang di inistiasi pada tahun 2009 oleh rekan rekan ex pengurus dan anggota Komunitas Lubang Jarum Jogja (KLJJ) yang mulai bergerak pada tahun 2001. Saat ini Komunitas Fotografi Sekolah Malam telah berjalan 3 angkatan dan Pameran Fotografi 3.1 'Berpacu' adalah pameran fotografi perdana bagi angkatan 3.
Pengaplikasian kurikulum ajar fotografi jurnalistik dan transfer ilmu antar mentor dan anggota komunitas diharapkan memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi rekan rekan yang berminat dalam fotografi jurnalistik.

Markas Komunitas Sekolah Kelas Malam: 
Jl. Gowongan Kidul 29 Yogyakarta
Jl. Wijilan 25 Yogyakarta

CP: 
Haryo Gaban / ayay_oke@yahoo.com


Foto - Foto Exhibition View di Galery Kelas Pagi Yogyakarta 
oleh Haryo Gaban 
















Foto Foto Liputan pembukaan | Kelas EDFAT Sekolah Malam | Diskusi Karya 
Selengkapnya cek di : Click disini