KPY#7 Literasi Visual 2 | Bersama Akiq AW & Wimo Ambala Bayang






KPY#7
Kelas Literasi Visual 2


Praktik Literasi Visual pada karya – karya Akiq AW & Wimo Ambala Bayang

Selasa, 10 Okt 2017
Pk 1900 s.d Selesai 
di Galeri Kelas Pagi Yogyakarta Creative Space
Jl. Brig Jend Katamso Prawirodirjan GM II/1226
Gondomanan - Yogyakarta
Map Location : 
https://goo.gl/DRXpWw

Bersama

Akiq AW
Wimo Ambala Bayang

Moderator : Lucia Dianawuri


Gratis
Untuk KPY#7 dan Umum Sit-In

Info update www.kelaspagiyogyakarta.com
visual report : https://goo.gl/GwhZeK

---------


Akiq Abdul Wahid known as Akiq AW
http://akiqaw.info/

Akiq was born in Kediri, a small town in the middle of East Java province, he lives and works in Yogyakarta.  He works mainly with photography and video focusing on how human facing their everyday life, through the system, technology and innovation that they created. He is a member of MES56, an art collective based in Yogyakarta that focus on building awareness and visual literacy especially through exhibition, workshop and art project

Akiq lahir di Kediri, Jawa Timur, tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Akiq bekerja dengan fotografi dan video yang berfokus pada bagaimana orang menghadapi kehidupan sehari-hari mereka, melalui sistem, teknologi dan inovasi yang mereka ciptakan. Akiq adalah anggota MES56, kolektif seni yang berbasis di Yogyakarta yang berfokus pada membangun kesadaran dan Literasi Visual terutama melalui pameran, lokakarya dan proyek seni.


Wimo Ambala Bayang
http://wimoambalabayang.com/

Wimo Ambala Bayang was born in Magelang in 1976. He studied in the Interior Design Program at the Modern School of Design and the Photography Department at the Indonesian Institute of the Arts in Yogyakarta.
Wimo Ambala Bayang is an artist who works with photography and video. His works reflect unique perspectives on culture that are not made under a pretense to criticize, but to make us re- think the habits that seem ‘to have always been there’. History and facts, minor and major, are important aspects that must always be considered in his creative process. Wimo is always interested in finding a unique and hidden perspective from our everyday life, to encourage the audience to rethink and to question all the small things that happen in our life. Using his camera, he plays with visual reality, combining the real visual view and imagined fantasy. Wimo also tends to open up layers of different culture, bringing us to reach a common understanding of our heterogeneous contemporary society.

In 2002, Wimo founded Ruang MES 56 with friends from ISI with the same interest in visual art. Ruang MES 56 is a non-profit institution that is active in the field of photography, emphasized in the exploratory approach of contemporary photography, both in theory and practice, conceptually and contextually. Until now it has developed the discourse of the contemporary photography sphere in Indonesia through its exhibitions and projects.


In the past 5 years, Wimo participated in international artists exchanges, such as in China, Australia, Netherlands, and Denmark. There he explored new ideas, approaches and different contexts related to the development of contemporary photography, which influenced his decision to juxtapose photography with other disciplines in art.

Wimo Ambala Bayang lahir di Magelang pada tahun 1976. Wimo belajar di Program Desain Interior di Modern School of Desogn [ MSD ] dan Fotografi di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta.

Wimo Ambala Bayang adalah seniman yang bekerja dengan fotografi dan video. Karya-karyanya mencerminkan perspektif unik tentang budaya yang tidak dibuat dengan pretensi untuk dikritik, namun membuat kita memikirkan kembali kebiasaan yang tampaknya 'selalu ada'. Sejarah dan fakta, minor dan mayor, adalah aspek penting yang harus selalu diperhatikan dalam proses kreatifnya. Wimo selalu tertarik untuk menemukan perspektif unik dan tersembunyi dari kehidupan kita sehari-hari, untuk mendorong penonton untuk memikirkan kembali dan mempertanyakan semua hal kecil yang terjadi dalam kehidupan kita. Dengan menggunakan kameranya, ia bermain dengan realitas visual, menggabungkan pandangan visual yang nyata dan fantasi yang dibayangkan. Wimo juga cenderung membuka lapisan budaya yang berbeda, membawa kita untuk mencapai pemahaman bersama tentang masyarakat kita yang kontemporer dan heterogen.

Pada tahun 2002, Wimo mendirikan Ruang MES 56 dengan teman-teman dari ISI dengan minat yang sama terhadap seni visual. Ruang MES 56 adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang fotografi, ditekankan pada pendekatan eksploratif fotografi kontemporer, baik secara teori maupun praktik, secara konseptual dan kontekstual. Sampai saat ini telah dikembangkan wacana lingkup fotografi kontemporer di Indonesia melalui pameran dan proyek - proyeknya.

Dalam 5 tahun terakhir, Wimo berpartisipasi dalam pertukaran seniman internasional, seperti di China, Australia, Belanda, dan Denmark. Di sana ia mengeksplorasi gagasan, pendekatan dan konteks baru yang terkait dengan perkembangan fotografi kontemporer, yang mempengaruhi keputusannya untuk menyandingkan fotografi dengan disiplin ilmu lainnya.

Comments

Popular Posts