Penanyangan Film dan Diskusi "Dhaup Ageng" | 5 Januari 201



Penanyangan Film dan Diskusi "Dhaup Ageng"

Dhaup Ageng, film dokumenter yang menampilkan filosofi pernikahan agung di balik tembok keraton ngayogyakarta.






Narasumber Kraton Yogyakarta*
Konfirmsasi kehadiran sila ke bit.ly/DhaupAgeng


Sabtu, 5 Januari 2019 pk. 19.00 s/d selesai

Di Galeri Kelas Pagi Yogyakarta

Jl. Brigjen Katamso, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta

Info Film: https://dhaupageng.wordpress.com/
Update Informasi cek : www.kelaspagiyogyakarta.com
Visual report: https://bit.ly/2QXiQva  
*DK
================================

Dhaup Ageng, menceritakan tentang usaha pelestarian kebudayaan jawa di era millennium seperti sekarang ini. Film dhaup ageng merupakan film dokumenter yang menampilkan pernikahan gkr bendara dan kph yudhanegara pada 18 oktober 2011. Dulunya pernikahan agung di dalam keraton ngayogyakarta berlangsung sebagaimana pernikahan di negeri dongeng. Semuanya serba unik dan penuh kemegahan. Bahkan ritual upacara memakan waktu panjang dan proses yang sangat rumit. Seluruh elemen tidak terkecuali busana, tata rias, dan jumlah peserta, semuanya memakan waktu lama, dan tenaga serta biaya yang banyak. Setidaknya hal ini terjadi sampai zaman pemerintahan sri sultan hamengkubuwono vii dan sri sultan hamengkubuwono viii.

Seiring perkembangan zaman, saat memasuki abad 21, banyak terjadi perubahan pada sistem pernikahan agung itu, terutama pada waktu dan pelaksanaan prosesi. Seperti, lama masa pingitan dan jumlah penari. Meskipun telah dilakukan penyederhanaan, pada hakikatnya segala sesuatu dalam pernikahan agung tersebut masih dapat dimaknai secara utuh. Dalam film ini, penonton akan dapat merasakan bagaimana kental unsur budaya jawa, mulai dari persiapan pernikahan hingga hari pernikahan.

Kirab pengantin yang diarak oleh 6 kereta dari keraton menuju kepatihan adalah bukti bahwa pihak keraton ingin lebih membuka diri kepada masyarakat umum.

”Sebuah usaha pelestarian Budaya Maha Agung di era milenium yang patut dihargai, dihormati, dan diingat oleh generasi penerus kita”

Comments

Popular Posts